Rabu, 25 Agustus 2010

Mengatasi Paper Jam

Masalah paper jam sering kali terjadi pada printer pada saat mencetak dokumen. Paper jam adalah kondisi dimana kertas yang akan dipakai untuk media cetak tersangkut didalam mesin printer. Kondisi ini jika tidak segera diatasi sangat mengganggu downtime pekerjaan, apalagi pada saat pekerjaan sangat menumpuk.

Oleh sebab itu, mengetahui beberapa penyebab terjadinya paper jammed menjadi satu hal yang sangat penting agar masalah tersebut tidak terulang di saat dan kondisi yang berbeda. Penyebab paper jammed beberapa diantaranya:

  1. Kertas yang terlalu banyak pada paper tray merupakan penyebab utama terjadinya paper jammed, oleh karenanya setiap pengguna printer sebaiknya tidak memasukan kertas kedala paper tray sampai penuh, namun seperlunya saja. Pastikan juga sebelum memasukkan kertas kedalam paper tray. kertas tersebut tidak menempel satu sama lain, hal ini biasanya terjadi saat kertas baru dibuka dari kemasan, atau terlipat karena ini juga menyebabkan kertas tersangkut.

  2. Kertas terlalu tebal adalah penyebab sering terjadinya paper jammed, tidak semua kertas bisa digunakan pada printer, seperti kertas yang terlalu tebal hanya bisa digunakan untuk media cetak oleh merek dan jenis printer tertentu. Oleh karenanya baca dengan seksama buku manual printer dan cari tahu kertas jenis apa saja yang bisa digunakan pada printer tersebut.

  3. Kebersihan printer juga menjadi pemicu paper jammed. Untuk itu, khusus untuk printer ink jet, putus semua koneksi ke printer dan buka perlahan printer dan bersihkan bagian dalamnya. Cermati roda-roda maupun gir yang ada didalamnya dan coba bersihkan dengan menggunakan media yang tidak ada resistensi terhadap printer dan blower, atau bila perlu cairan sejenis alkohol bisa digunakan untuk lebih menjamin kebersihan printer.

  4. Terakhir jika langkah - langkah diatas sudah dilakukan dan masalah tetap ada, atau jika ragu saat hendak melakukan langkah ini, sebaiknya konsultasikan ke Departemen Printer Service Grafitama-Imaging. Karena teknisi Grafitama-Imaging sangat profesional menangani permasalahan printer. Jangan sampai niat untuk memperbaiki printer sendiri berakibat pada kerusakan yang lebih parah pada printer Anda.

Theme Windows 7 Yang Tersembunyi


Tahukah anda bahwa pada Windows 7 ternyata ada theme yang tersembunyi. Setidaknya ada 5 theme yang tersembunyi,seperti gambar disamping.. Sebenarnya kita bisa menggunakan theme tersembunyi tersebut dengan mudah. Theme yang tersembunyi ini dibagi menjadi 5 zona yaitu Australia, Canada, Great Britain, USA dan Afrika Selatan. theme-theme ini bagus2 lho..terutama banyak yang natural yang menyejukan mata.

Langsung aja untuk dapat menggunakan theme tersembunyi ini ikutilah langkah berikut :

  1. Buka Windows Explorer.
  2. Karena theme ini tersembunyi, untuk dapat melihat filenya kita harus mengaktifkan opsi Show hidden files, folders, or drives dan Show the protected operating system files pada Folder Options.
  3. Klik Organize, Folder Options.
  4. Klik tab View, pilihlan Show Hidden files, folders, or drives, dan berikan centang juga pada Show the protected operating system files.
  5. Setelah itu tuju directory ini : C:\Windows\Globalization\MCT.
  6. lha..disitu akan terlihat beberapa theme yang sebelumnya kita tidak dapat melihatnya.
  7. Untuk mengaktifkannya tinggal buka salah satu folder/kategori lalu double klik pada file themenya, maka theme tersebut akan segera aktif.
Sumber : http://galih1405.wordpress.com/2010/07/31/theme-windows-7-yang-tersembunyi/

Selasa, 29 Juni 2010

Adam Osborne Penemu ”Personal Computer” (PC) Portabel Pertama

ADAM Osborne adalah salah seorang yang memegang peranan penting dan berpengaruh di dalam sejarah awal pembuatan personal computer (PC). Ia dilahirkan di Thailand pada 1939, dan menghabiskan masa anak-anaknya di Tamil Nadu, India Selatan, bersama kedua orang tuanya yang berkebangsaan Inggris. Ia pindah ke Inggris saat berusia 11 tahun. Pada tahun 1961 ia lulus dari Universitas Birmingham, Inggris, sebagai sarjana muda di bidang teknik kimia. Setelah itu, ia pindah ke Amerika Serikat dan menyelesaikan pendidikannya di Universitas Delaware dan memperoleh gelar doktor di bidang teknik kimia. Kemudian, ia bekerja di sebuah perusahaan pertambangan minyak Shell Oil.

Seperti kebanyakan orang yang selalu berpikir kreatif, Osborne merasa tidak nyaman dalam menjalani kehidupannya sebagai karyawan di perusahaan besar. Ia tidak betah berlama-lama berada di Shell dan mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Ia kemudian menyadari bahwa dirinya sangat menikmati pekerjaan barunya sebagai penulis buku panduan, khususnya tentang buku panduan komputer baru yang akan dikembangkannya. Pada awal 1970-an, ia mendapatkan pekerjaan barunya sebagai penulis buku panduan bagi mikroprosesor milik perusahaan komputer Intel.

Osborne meneruskan pekerjaan lepasnya sebagai penulis dan tahun 1972 mencoba mendirikan Osborne and Associates, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penulisan buku manual komputer yang sederhana, mudah, dan enak dibaca bagi penggemar komputer. Ia pun menulis sebuah buku yang diberi judul “The Value of Power”, yang kemudian mengubah judulnya menjadi “An Introduction to Microcomputers”. Ia mencoba menawarkan bukunya kepada sebuah penerbit yang berada di kotanya. Namun, sayangnya buku itu ditolak. Ia tidak pernah putus asa. Lalu, ia memutuskan untuk mencoba menerbitkan bukunya itu sendiri.

Dalam suatu acara di sebuah klub pengguna komputer, ia sempat memperlihatkan buku karyanya kepada Bruce Van Natta dari AMSAI, salah satu perusahaan komputer terkenal di AS. Setelah membaca buku tersebut, Van Natta tertarik dan memutuskan untuk menyertakan satu buku pada setiap komputer IMSAI yang akan dijualnya. Dengan awal yang baik dan saling menguntungkan ini, serta kepercayaan bahwa orang akan beramai-ramai mencari buku-buku panduan tentang komputer yang dapat mudah dibaca dan dimengerti, Osborn mencoba mendirikan perusahaan penerbitan sendiri bernama Osborn Books.

Lima tahun kemudian, penerbit Osborne Books telah menerbitkan lebih dari 40 judul buku tentang komputer. Lalu pada 1979 karena sesuatu hal, Osborne menjual perusahaan penerbitannya kepada McGraw-Hill. Dalam waktu yang sama, ia pun mulai mencoba menulis di sebuah kolom untuk majalah komputer Interface Age dan Infowold. Ia sangat yakin komputer akan dapat benar-benar berguna jika komputer tersebut dibuat mobile (dapat dibawa ke mana-mana) dan dinamis bersama orang yang menggunakannya, serta dapat digunakan kapan saja dan di mana saja orang itu berada. Ia mulai berpikiran bahwa suatu saat nanti perusahaan komputer yang ada saat itu pasti akan mengerti tentang konsep-konsep (ide-ide) yang ada di kepalanya. Namun, perusahaan komputer yang ada belum siap dengan konsep-konsepnya. Setelah menjual perusahaan penerbitannya, Osborn pun mulai mengalihkan tenaganya untuk mendesain komputer yang portabel, menarik, mudah digunakan, dan kuat.

Pada Maret 1980, dalam acara “West Coast Computer Faire”, ia bertemu dengan Lee Felsenstein, seorang ahli yang mendesain papan sirkuit untuk teknologi prosesor. Felsenstein memulai usahanya yang bergerak di pembuatan perangkat keras (hardware). Perusahaan hardware-nya itu tidak hanya memproduksi komputer-komputer yang portabel, tetapi juga menawarkan software-nya.

Felsenstein pun mulai tertarik mengikuti ide yang diajukan oleh Osborne, ia pun mulai mendesain sebuah komputer yang portabel, yang akan sanggup disimpan di bawah tempat duduk dalam sebuah pesawat. Komputer itu memiliki berat hanya 24 pound, memiliki tampilan (display) 52 kolom yang akan cukup di dalam layar 5 inci, tabung pelindung, dan 2 disk drive. Agar memenuhi kebutuhan display yang kecil, Felsenstein mencoba menyimpan informasi satu layar penuh dalam memori, dan memberi kemudahan kepada para pengguna jika mereka menekan tombol-tombol agar layar display menggulung.

Begitu hardware-nya terwujud, Osborne mencoba menghubungi beberapa penyedia software dan membuat perjanjian untuk menyediakan bahasa BASIC dan CBASIC, pengolah kata Wordstar, dan program pengolah data SuperCalc di setiap komputernya. Harga pasaran dari sotware-software tersebut sekitar $2.000, yang menyebabkan Osborne harus menaikkan harga asli dari setiap unit yang dijual. Osborne mulai memperkenalkan komputer barunya tersebut, yang diberi nama Osborne 1, di “West Coast Computer Faire” pada April 1981. Komputer tersebut merupakan komputer portabel pertama yang software-nya dapat diperoleh dengan harga $1.795 dan merupakan gebrakan yang mengejutkan serta menjanjikan untuk meraih penjualan yang sukses. Pada September 1981, Osborne Computer Cooporation (OCC) mendapatkan nilai penjualan pertamanya jutaan dolar AS. Bahkan, Osborne 1 menjadi salah satu PC yang paling laris dan banyak terjual yang dengan cepat mencapai penjualan puncak sekira 10.000 unit per bulan.

Di tahun kedua, perusahaan milik Osborne mencapai target penjualan 70 juta dolar. Ini membuat kewalahan para pesaingnya, seperti IBM dan Apple. Ini pun sangat diperparah lagi saat Osborne mengumumkan komputer barunya, Executive, lama sebelum barang tersebut siap dipasarkan. Hal ini membuat para konsumen menghentikan pembelian terhadap Osborne 1 sambil menunggu komputer baru yang akan dikeluarkannya. Namun, sayangnya pada September 1983, tanpa diketahui dengan pasti, OCC mengalami kebangkrutan. Karena penjualan Executive tidak selaris penjualan Osborne 1.

Pada musim semi 1984, Osborne kembali pada bisnis penerbitan. Firma barunya itu bernama Paperback Software International Ltd. Awalnya, ia berupaya untuk memublikasikan software yang murah untuk menyaingi software-software mahal yang sedang ada di pasaran saat itu. Pertama kali, idenya itu menemui kesuksesan dan ia pun dapat mengambil alih serta menarik para konsumen komputer terutama perusahaan-perusahaan di Inggris. Produk Osborne yang paling sukses adalah program pengolah data yang diberi nama VP Planner. Sayangnya, Lotus Development Corporation merasa bahwa program tersebut melanggar hak paten dari program mereka, Lotus 1-2-3. Pada 1987, Lotus menuntut software tersebut, dan menagih biaya lisensi software tersebut. Setelah melalui proses yang panjang di pengadilan, akhirnya pengadilan pun memutuskan bahwa penggandaan interface menu milik Lotus 1-2-3 dari software tersebut telah melanggar hak paten.

Bagaimanapun, Adam Osborne merupakan seorang penemu yang jenius tentang bagaimana membuat komputer portabel yang memberi kemudahan-kemudahan untuk para pengguna komputer. Tidak dapat disangkal lagi, ide-ide cemerlangnya akan sangat berguna sekali bagi masyarakat pengguna komputer saat ini. Adam Osborne meninggal di Kodiakanal, India selatan, pada 25 Maret 2003 setelah menderita penyakit yang berkepanjangan pada otaknya.***

(Yayan Sofyan Suri, Alumni FMIPA IPB Bogor, dari berbagai sumber)***